H.Nurkhalis Dt.Bijo dirajo Penuhi Undangan Gapoktan, Serap aspirasi masyarakat Tanah Mokah

BERBAGI

Limapuluh kota,FPII SUMBAR.COM -“Tanah Mokah” (Tana Mokka) merupakan sebutan yang diberikan masyarakat terhadap Lahan Pertanian (Sawah) tadah hujan seluas ± 40 Ha yang berada di Jorong “Nagori” Godang Kenagarian Sariak Laweh Kecamatan Akabiluru Kabupaten Limapuluh Kota.

Lahan seluas ± 40 Ha tersebut hanya mengandalkan curahan hujan dari langit untuk bisa bercocok tanam.Tidak ada sumber air lain yang bisa mengaliri persawahan mereka,

” Dulu ada embung yang menyimpan curah hujan, tapi sekarang embung tersebut sudah rusak dan tidak bisa lagi menyimpan air, sehingga masyarakat hanya mengandalkan hujan” ungkap salah satu pemilik lahan.

Kesanalah Anggota DPRD Sumatra Barat dari Fraksi Gerindra H.Nurkhalis Dt.Bijo dirajo diundang 35 Kelompok Tani (Keltan) se-Nagari Sariak Laweh yang tergabung dalam Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) yang diketuai oleh Irwan Sikumbang, Minggu 25 Desember 2022.

Masyarakat “Tana mokka” mengadukan kondisi kekurangan air yang menyebabkan lahan pertanian mereka kekeringan dan banyak sawah mereka mengalami keretakan, kondisi inilah mereka sebut dengan mokka (gersang) yang dasar katanya mekkah karena ada kemiripan.

Dalam pertemuan tersebut mereka berharap ada solusi dari pemerintah agar lahan mereka bisa ditanami lagi. Sebagian besar lahan mereka adalah sawah yg hanya sampai saat ini hanya mengandalkan curah hujan.Bayangkan hanya dalam dua tahun sekali mereka baru bisa bertanam padi dan itupun sering mengalami kerugian karena hasil yang tidak maksimal mereka dapatkan.

H.Nurkhalis Dt.Bijo dirajo (Dt.Bijo) dalam keterangannya setelah menerima aspirasi masyarkat mengatakan,
“InsyaAllah persoalan ini telah kami tampung dan akan membicarakan dan mencarikan solusi yang tepat dengan instansi terkait di Pemprov Sumatera barat agar sawah mereka bisa berproduksi kembali” ungkapnya.

Dt.Bijo juga menawarkan tanaman alternatif untuk masyarakat yang tidak membutuhkan banyak air,

1.Lahan yg tidak ada air agar ditanami dengan komoditi lain seperti cabe, bawang atau jagung agar lahan tersebut bisa berproduksi lagi.
Tapi sepertinya Masyarakat enggan mengganti dengan komoditi lain karena sawah merupakan usaha yg turun temurun dan sudah merupakan kewajiban mereka harus punya sawah sebagai tuah dari kaum atau masyarakat.
2.Dari hasil diskusi saya mencoba untuk mengusulkan pembuatan pompa sumur bor tenaga Surya atau solar sel. Ini suatu alternatif yang patut diperjuangkan.
Bayangkan begitu banyak sawah sawah yg berada di kabupaten limapuluh kota ini yg tidak memiliki sumber air irigasi.
Solusinya adalah sumur bor dengan energi matahari.
Sepertinya ini diterima oleh masyarakat.

“Untuk menindak lanjuti aspirasi dari masyarakat Insyaallah kita akan membawa tim teknis untuk survey ke daerah tersebut beberapa waktu mendatang. Dan akan dibicarakan dengan dinas terkait” pungkasnya.

Dalam pertemuan tersebut turut hadir Kepala Jorong Nagori Godang, Bamus dan Niniak Mamak Nagari Sariak Laweh.