Relawan Fak’Sa Datangi Warga Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ) diJorong Ngalau Gadang Nagari Koto Tangah Bukik Barisan

BERBAGI

Limapuluh Kota, FPII SUMBAR.COM – Tim kemanusiaan yang tergabung bernama Palanta Aksi kemanusiaan dan sosial (Pak’sa) yang diketuai oleh mantan Wakil Bupati50 kota Ferizal Ridwan kembali menemui warga penderita Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ) hidup dalam pasungan,Senin (20/12/2022)

Lokasi yang ditemui tim paksa terletak diJorong Ngalau Gadang, Nagari Koto Tangah, Kecamatan Bukit Barisan kabupaten 50 kota.namun yang sangat memprihatikan sekali tempat tersebut jauh dari keramaian penduduk,akan tetapi disebuah pondok di persawahan Tampa dinding dan Tampa apapun terkecuali rantai mengikat dipinggang warga ini.

Awak media dan tim Pak’sa mendatangi lokasi Orang dalam gangguan jiwa (ODGJ) ini seorang Pria bernama Erika biasa dipanggilEri (29 tahun).Pria ini menurut keterangan warga sudah lama dipasung dengan rantai lebih kurang 3 tahun Tampa seulas baju yang menutup tubuh pria ini serta tidak bisa berdiri,Sungguh sangat memprihatikan sekali.

Warga juga menyampaikan bahwa tempat Eri dirantai dahulunya kami buatkan secara bagus,akan tetapi pondok tersebut malah dirusak sendiri oleh Eri dindingnya, sekarang beginilah hanya atap yang tinggal yang kita temui,”Tutur warga keawak media.

Warga bersama perangkat nagari serta dinas Sosial terkait telah berupaya mencarikan alternatif buat untuk menyembuhkan pria ini dengan membawa Eri ke RS jiwa Gadut Padang dan itupun sudah 2x dilakukan,hal hasil tidak ada kemajuan,”Pungkasnya.

Warga juga menjelaskan keawak media selain relawan Pak’sa tim relawan lain juga pernah datang mengunjungi Eri mereka tergabung Tim relawan Seselo yang diketuai Yongi Sus Pamilu pernah juga mengunjungi Eri serta memberikan bantuan sembako buat Eri dan keluarga.

Ibu Eri diketahui juga merupakan sosok seorang diri yang hanya bekerja buruh tani beliaulah yang sellalu membawakan nasi serta makanan buat anaknya yang dipasung,sang ibu hanya pasrah dengan keadaan anaknya karna terkendala biaya yang mereka tak punya lagi buat berobat Eri.

Dikatakan, setiap hari ibunya bernama Eti yang hidup seorang diri sebagai petani datang mengantarkan makanan untuk anaknya Eri . Namun untuk berusaha membawa Eri berobat ke rumah sakit jiwa, keluarga tidak mampu lagi untuk membiayainya dan akhirnya pasrah membiarkan Eri hidup dalam pengasingkan dengan kondisi dipasung dengan cara dirantai.

Kehadiran tim Pak’Sa mungkin membawa sececah harapan buat Eri pasalnya tim ini akan mengupayakan untuk membawa Eri ke Rehabilitasi namun itupun tim menyerahkan kembali kepihak keluarga untuk berdialog lagi buat mengantarkan Eri ke Rehabilitasi di Lampung,”Ujar Ferizal.

“Selama tahun 2022 ini kami telah mengantarkan 5 orang warga Kabupaten Limapuluh Kota yang mengalami ODGJ untuk direhabilitasi di Yayasan Aulia Rahma Rehabilitasi di yayasan ini dilakukan selama 6 bulan serta juga melakukan terapi buat penderita ODGJ.kelima yang kami antarkan untuk rehabilitasi Alhamdulillah sudah ada kemajuan serta membaik,”Sahut Koordinator Pak’Sa ini.

Koordinator tim Pak’Sa juga menyampaikan, sekiranya dialog kesepakatan dari keluarga buat membawa Eri ke Rehabilitasi tidak memungkinkan,kami siap memperbaiki tempat Eri dipasung Kembali secara bergotong royong,”Ucapnya dipenutup.

Tim