PO Bus NPM Menjadi Sasaran Pelemparan Batu dan Tanah oleh Orang Tak Dikenal,Masyarakat Inginkan Polisi Bergerak Cepat

BERBAGI

FPII SUMBAR.COM – Maraknya berita pelemparan batu terhadap bus dijalur lintas sumatera dimedia sosial oleh oknum membuat masyarakat geram,pasalnya tidak sedikit para pemudik terkena serpihan kaca disaat bus melaju menuju kampung halaman masing masing. Pelemparan PO bus Naikilah Perusahaan Minang (NPM) menjadi sasaran pelemparan batu dan tanah oleh orang tak dikenal pada saat melaju di jalan Tol Lampung-Palembang Km 181.

Insiden pelemparan batu dan tanah yang dialami oleh bus dengan trayek Jakarta-Sumatera Barat ini diposting melalui akun media sosial Facebook NPM mania & Vircansa Group pada Jumat (28/4/2022).

Akibat dari insiden ini, mengakibatkan kaca bagian depan bus pecah serta bagian bando atau sekat kaca depan bus juga terkena tanah. Beruntung, seluruh crew bus PO NPM beserta penumpang selamat dan tidak mengalami luka-luka. Meskipun tidak menimbulkan korban jiwa, tetapi insiden pelemparan seperti ini sangat membahayakan pengguna jalan khusus nya bus, terlebih jika bus sedang melaju dengan kecepatan tinggi.

Netrizen berharap pihak kepolisian harus tanggap Dan serius dalam memberantas para oknum yang tidak bertanggung jawab serta merugikan para awak bus serta para pemudik yang hendak pulang kampung berlebaran.

“Ini sudah kejahatan terniat. Seandainya pengemudi kami tidak sigap, tentu (bus) akan oleng dan terjadi kecelakaan. Tentu bakal banyak korban,” tulis pihak NPM dalam unggahan di akun media sosialnya,”Tuturnya salah satu pecinta PO NPM mania.

Sebelumnya pada Selasa (26/4) malam, bus NPM dengan nomor dinding V37 rute Jambi – Padang yang menjadi korban di daerah Muaro Tembesi. Dalam kejadian tersebut, batu tepat mengenai kaca depan persis depan kemudi. Akibatnya, serpihan kaca mengenai sopir bus. Beruntung cidera yang dialami tidak parah sehingga masih bisa mengendalikan laju bus.

Dilansir di grup facebook NPM Mania, selain mengenai pengemudi yang bernama Wil, ada penumpang yang juga cidera akibat terkena serpihan kaca. Tentu saja akibat dari insiden ini bus NPM mengalami kerugian material karena kerusakan pada busnya. Selain itu, penumpang pun juga rugi dalam hal waktu karena bus harus berhenti sejenak untuk di perbaiki,” Pungkasnya.

Selain itu, kejadian ini pula menggambarkan masih tidak aman nya jalan trans Sumatra bagi pengendara kendaraan khusus nya bus.Kejadian pelemparan batu ke bus yang melintas memang sering terjadi di Indonesia.

Pelemparan batu ini menyebabkan kerugian seperti kaca pengemudi retak atau kaca bagian samping yang pecah.Pelemparan batu ini biasanya terjadi di daerah lintas Sumatera, bahkan belum lama ini juga kejadian di Jawa Tengah.Perilaku seperti ini sangat berbahaya karena bisa melukai orang yang berada di dalam bus.

Disela peristirahatannya awak media mengkonfirmasi Ketua Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI) dan Pemilik PO SAN, Kurnia Lesani Adnan mengatakan, pelemparan batu ke bus ini memang sudah terjadi sejak dahulu, namun tujuannya berganti seiring waktu.

“Yang saya tahu, dulu melempar batu ke bus itu tujuannya agar bus berhenti lantas dirampok. Berjalannya waktu, melempar batu ini menjadi cara masyarakat protes,” ucap pria yang akrab disapa Sani . Masyarakat yang kurang menyukai bus tersebut karena dianggap ugal-ugalan ketika melewati daerahnya, maka dilempari dengan batu.Namun mirisnya, melempar batu ke bus saat ini sudah menjadi kegiatan iseng semata.

“Saat ini menurut saya, melempar batu ke bus sudah menjadi penyakit masyarakat. Hal ini menjadi kegiatan iseng yang dilakukan anak-anak kecil di daerah yang dilalui bus,” kata Sani. Jika batu mengenai kaca depan bus, bisa menyebabkan kaca retak, sehingga pandangan pengemudi terhalang.Sedangkan kalau mengenai kaca samping, bisa langsung pecah dan berpotensi melukai penumpang bus.

“Pelempar batu ini bisa dikatakan enggak punya otak, karena kegiatannya bisa melukai penumpang bus,” kata dia.Upaya untuk mengurangi efek dari lemparan batu ini yaitu dengan memasang tameng besi di bagian kaca depan, namun hal ini hanya dilakukan oleh beberapa PO bus saja.

Untuk kaca samping, tidak bisa dipasang aksesoris yang serupa, karena berfungsi sebagai jalur darurat saat bus mengalami kecelakaan atau terguling. melempar batu ke kaca bus merupakan tindakan kriminal, bisa membunuh orang yg di dalam bus, membuat orang takut,merasa tidak aman,sdh sepantasanya diberi hukuman yg setimpal.(*)

Tim