Bersedia Untuk Hearing Dengan Masyarakat Yang Akan Terdampak Tol, Bupati Limapuluh Kota Malah Tidak Hadir

BERBAGI

Limapuluh Kota, fpiisumbar.com- Sekira Pukul 10.00 Wib, Rabu 8/9/21 di aula kantor Bupati Limapuluh Kota sudah di penuhi sekitar 100-an orang masyarakat perwakilan yang terdampak Rencana Pembangunan tol Trans Sumatera.

Agendanya adalah Hearing/dengar pendapat antara Masyarakat yang “akan” terdampak Tol Trase 1, dari 5 nagari dan 2 Kecamatan dengan Bupati Limapuluh Kota Safarudin Dt.Bandaro Rajo.

Acara tersebut sudah disepakati antara Bupati dan Format (Forum Masyarakat Terdampak Tol) c/q Sekjen Ezi Fitriana SHI.

Kepada media ini, Ezi mengatakan, “setelah 2X mengirim surat Ke Bupati untuk permintaan Hearing, Akhirnya Bupati menyanggupi untuk mengadakan Hearing, Permintaan masyarakat hanya satu, yakni meminta kepada Kepala daerah sebagai Penanggung jawab pembebasan Lahan untuk memindahkan Trase 1 Rencana Tol Padang – Pekan Baru, itu saja. kata Ezi kepada media.

Persetujuan Bupati yang bersedia untuk mendengarkan aspirasi dari masyarakat  merupakan bentuk kepedulian yang ” wajib ” menjadi sandaran bagi seorang Pemimpin, karena gonjang ganjing tentang pembebasan lahan untuk tol semuanya serba tidak pasti, sehingga keresahan yang timbul di masyarakat semakin menjadi jadi. Informasi yang bisa ” dibawa pulang ” tentu diharapkan datang dari kepala daerahnya.

Tapi apalacur setelah menyanggupinya Bupati Limapuluh Kota Safarudin Dt.Bandaro Rajo malah tidak menampakan diri di Ruangan Aula Kantor Bupati, sehingga masyarakat yang sudah berkumpul menjadi kecewa, lalu beberapa saat kemudian akhirnya membubarkan diri.

Mak Mina (70) salah seorang warga Nagari Lubuak Batingkok yang ” memaksakan ” hadir dengan mengayuh sepeda bututnya dari rumah mengaku sangat kecewa : ” Lah ponek Amak mangayuah kareta dari rumah, kironyo Pak Pati indak datang doh (sudah capek capek mengayuh sepeda dari rumah, rupanya pak bupati tidak hadir) ” ungkapnya dengan nafas tersengal.

Dalam pantauan media yang hadir ketika Hearing adalah dari unsur Forkopimda Sekda, Kadis PU, Asisten 2,  Polres, Kodim dan Kejaksaan.

” Masyarakat hanya bersedia Hearing dengan Bupati ” pungkas Ezi.

Karakteristik Sumatera barat tidak sama dengan daerah lain, mengingat di Sumatera Barat rata-rata tanahnya adalah tanah ulayat yang kepemilikannya adalah komunal dan dipertahankan secara turun temurun demi kelangsungan generasi.

Harapan masyarakat  kepada Bupati adalah membuka ruang musyawarah untuk mufakat yang dilakukan secara transparan dan bagalanggang mato Rang rami umum, jadi tidak ada dusta diantara kita.

Wali Nagari Lubuak Batingkok, YE. Dt.Pangulu Bosa yang hadir pada kesempatan tersebut mengatakan: ” Masyarakat kami yang hadir hari ini hanya untuk mengadu kepada Bupati. Murni Lillahi ta’ala hanya untuk bertemu Pak Bupati , kami yang hadir tidak terafiliasi dengan kepentingan partai politik manapun, mereka yang hadir hanya untuk bertemu pemimpinnya , murni itu pak ” pungkasnya berapi api menegaskan di hadapan forkopimda Kabupaten Limapuluh Kota, sebelum membubarkan diri.

Rencana Jalur Tol Padang – Pekan Baru Seksi Sicincin – Pangkalan yang melewati Kabupaten Limapuluh Kota, sesuai peta Trase 1 yang beredar akan melewati  5 (lima nagari) yakni : Nagari Koto Baru Simalanggang, Nagari Koto Tangah Simalanggang, Nagari Taeh Baruah, Nagari Lubuak Batingkok dan Nagari Gurun, Alternatifnya ada di Trase 2 (Suliki) dan Trase 3 (Situjuah, Luhak).

Tim