Janji Kampanye Rezim Koalisi Kampar Maju Tak Terealisasi, Warga Rantau Kampar Kiri Hilir Kecewa

BERBAGI

 

Fpiisumbar.com, Kampar Kiri Hilir- Meski pasangan Bupati/Wakil Bupati Azis-Catur pada Pilkada lalu mengusung jargon 3I yang merupakan singkatan dari Infrastruktur, Investasi dan industri tidak membuat Desa Rantau Kasih di Kecamatan Kamar Kiri Hilir mendapat porsi pembangunan yang pantas dari Pemerintah Kabupaten Kampar yang kini dipimpin Bupati Catur Sugeng Susanto.

Padahal menurut warga, dulu sempat menggantungkan harapan pada janji kampanye Azis-Catur yang mengusung Tagline Jalan dan Jembatan selain jargon 3I tadi. Warga berharap janji memprioritas pembangunan jalan dan jembatan oleh rezim dapat menghadirkan perubahan bagi desa mereka.

Namun, setelah Rezim Koalisi Kampar Maju ini berjalan selama 4 tahun lebih, belum nampak perubahan di Rantau Kasih, terutama di bidang jalan dan jembatan.

Pantauan yang kami lakukan di desa tersebut pada Jumat, 20 Agustus 2021, kondisi jalan yang kami lalui menuju desa tersebut penuh lumpur. Banyak lubang dan kenangan air di beberapa titik. Kondisi ini sangat menyulitkan bagi pengendara apalagi di saat musim hujan seperti saat ini. Kondisi sebaliknya, pada saat panas terik warga akan bermandi debu kala melintas di jalan ini.

Untuk menyeberang ke desa ini tak ada jembatan. Warga hanya menggunakan moda transportasi rakit besi yang masih dioperasikan secara manual. Kapasitas angkut rakit manual ini pun sangat terbatas. Rakit hanya bisa mengangkut 2 unit kendaraan roda 4 dan beberapa kendaraan roda 2 sekaligus. Untuk naik rakit penumpang juga dikenakan tarif.

Seorang warga yang kami temui di rakit meluapkan keluh kesahnya kepada kami.

“Beginilah desa kami. Sudah berapa bupati, tak juga dibangun jalan aspal apalagi jembatan (penyeberangan sungai Kampar),” keluh Nuruddin, pria paruh baya kecewa.

Ia mengaku kecewa, baik pada pemerintah daerah maupun kepada pihak lain yang sering hanya sekedar bertanya dan selalu membuai warga di sini dengan janji-janji manis.

Ia menyebut, sebenarnya desa mereka bukanlah desa yang jauh dari keramaian seperti halnya beberapa desa di Kampar Kiri Hulu. Akan tetapi, ia juga heran mengapa pemerintah daerah seperti picing mata pada kondisi desa mereka yang sangat butuh pembangunan.

“Seharusnya, kami juga diperhatikan. Kalau wilayah lain dibangun lima, setidaknya bangun juga di sini satu. Jangan tidak ada sama sekali,” ucap dia.

Sebagai informasi, jalan penghubung Desa Rantau Kasih-Sungai Pagar memiliki panjang lebih kurang 12 Km jalan yang belum diaspal.

Desa Rantau Kasih adalah desa yang dihuni oleh penduduk asli Kabupaten Kampar. Dikatakan, masyarakat di sini telah mendiami wilayah itu sejak ratusan tahun silam atau bahkan sudah lebih lama dari itu. Rantau Kasih sebelum Indonesia merdeka berada dibawah kekuasan Kerajaan Gunung Sahilan. Daerah ini pada zaman itu disebut dengan nama Jawi-Jawi.

Meski 76 tahun sudah Republik Indonesia merdeka belum nampak pembangunan berarti di desa ini bila dibanding dengan kondisi-kondisi desa lain pada umumnya di kabupaten yang juga berjuluk Negeri Serambi Mekkah. (Fppi sumbar- riau)