Warga Resah Judi Togel Marak di Tapung Hilir. Kapolsek Tapung hilir akan lakukan pengecekan dilapangan

BERBAGI

 

Fpiisumbar.com, Tapung hilir – Warga Tapung HILIR, Kabupaten Kampar Provinsi Riau, mengaku resah dengan maraknya judi togel di wilayah mereka.

Keberadaan bandar judi togel ini kata warga yang takut namanya dipublis ini semakin marak karena banyaknya warga yang ikut membeli togel setiap hari.

Tentu saja bandar meraup keuntungan besar dari tingginya animo masyarakat membeli judi “main tebak angka berbayar” ini.

Warga meminta aparat yang berwajib untuk dapat menindak para bandar judi toto gelap ini agar tidak kian meresahkan.

“Yang namanya judi pasti merugikan. Makanya negara dan agama melarang,” ucap warga Tapung Hilir ini kesal.

Selanjutnya, Nomor hp yang Kami dapat dari warga lalu kami menghubungi seorang yang kami dapat namanya dari mulut warga yang disebut sebagai salah satu bandar judi togel di wilayah Tapung hilir tersebut.

Diduga atas nama Sitanggang, mulai kami telepon selulernya sampai kami WhatsApp pribadi nya, tetapi tidak ada balasan sampai berita ini kami terbitkan.

Pelaku judi togel Diancam Pidana 10 Tahun Penjara

Sebagai informasi, permainan judi togel sangat dilarang oleh agama. Begitupun oleh negara.

Berikut ini di antara ketentuan hukum mengenai pasal perjudian togel yang tercantum dalam kitab Undang-undang Hukum Pidana yakni sebagai berikut :

1. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1947 Tentang Penertiban Perjudian
Pasal 1 Menyatakan semua tindak pidana perjudian sebagai kejahatan.

Pasal 2
1) Merubah ancaman hukuman dalam Pasal 303 ayat (1) Kitab Undang-undang Hukum Pidana, dari Hukuman penjara selama-lamanya dua tahun delapan bulan atau denda sebanyak-banyaknya sembilan puluh ribu rupiah menjadi hukuman penjara selama-lamanya sepuluh tahun atau denda sebanyak-banyaknya dua puluh lima juta rupiah.
2) Merubah ancaman hukuman dalam Pasal 542 ayat (1) Kitab Undang-undang Hukum Pidana, dari hukuman kurungan selama-lamanya satu bulan atau denda sebanyak-banyaknya empat ribu lima ratus rupiah, menjadi hukuman penjara selama-lamanya empat tahun atau denda sebanyak-banyaknya sepuluh juta rupiah.
3) Merubah ancaman hukuman dalam Pasal 542 ayat (2) Kitab Undang-undang Hukum Pidana, dari hukuman kurungan selama-lamanya tiga bulan atau denda sebanyak-banyaknya tujuh ribu lima ratus rupiah menjadi hukuman penjara selama-lamanya enam tahun atau denda sebanyak-banyaknya lima belas juta rupiah.
Pasal 303
1) Diancam dengan pidana penjara paling lama sepuluh tahun atau pidana denda paling banyak dua puluh lima juta rupiah.

Selanjutnya untuk keseimbangan berita kami awak media konfirmasi langsung Kapolsek Tapung Hilir, IPTU Afrinaldi, S.H, M.H, lewat WhatsApp pribadi nya, mengatakan, Terimaksih informasinya, akan kita lakukan pengecekan dilapangan pungkasnya.(hendra)