Ada Apa Dikecamatan Akabiluru ?? Dua Kali Pemilihan Bamus Dari Dua Nagari Berbeda Warga Selalu “Protes”

BERBAGI

Limapuluh Kota, Fpiisumbar.com- Untuk yang kedua kalinya di kecamatan Akabiluru warga protes pemilihan Badan Musyawarah (Bamus) tepatnya di nagari Suayan, kecamatan Akabiluru kabupaten Limapuluh Kota, yang saat ini viral.

Kepada awak media, masyarakat setempat mengatakan, pemilihan bamus di jorong Soriak nagari Suayan pada 14 s/d 18 juni 2021 diduga tidak memenuhi syarat.

“Setahu kami bamus terpilih S dengan peroleh suara 100 lebih itu diduga tidak memenuhi syarat, aneh, waktu pendaftaran Hanya berbekal Surat Keterangan, Ketua Panitia Pemilihan Bamus Nagari Suayan sdr.Raflis Candra meloloskan S sebagai Calon anggota Bamus lalu terpilih dalam Pilbamus (Pemilihan Bamus) Nagari” ucap masyarakat yang tidak mau di sebutkan namanya.

Ditambahkan Mardiatin yang merupakan teman beliau sejak kecil, Sewaktu mendaftar S hanya memperlihatkan Surat Keterangan bahwa beliau pernah menuntut ilmu agama di surau Angku Lauik di daerah Canduang – Kabupaten Agam.

” Setahu saya S hanya tamat kelas 3 SD, Kami sebagai Anak Nagari Suayan bukan mempermasalahkan terpilihnya S sebagai Anggota Bamus, tapi kalau syarat dan ketentuan Calon Anggota Bamus tidak bisa beliau penuhi, mengapa panitia pemilihan meloloskan beliau sebagai Calon.Saya tidak tahu apa yang menjadi dasar Panitia ? kalau yang terpilih tidak layak, berarti Pemilihan Bamus khusus di Dapil Soriak adalah “ilegal” dan harus dilakukan Pemilihan ulang ” ungkap mardiatin kepada media Kamis 8 Juli 2021 via WA.

Panitia Bamus sekaligus sekretaris wali nagari, lewat via whatsap mengatakan kepada awak media

“Pak ko surek keterangan .. yang mana yang bersangkutan bersekolah dan menamatkan pendidikanya, dan yang pihak sekolah bertanggung jawab”. balas panitia lewat via whatsap.

Terkait hal itu, salah satu dari tokoh masyarakat, melakukan penelusuran ke MTI Canduang yang mengeluarkan Surat Keterangan Pernah Belajar dan Tamat tahun 1994.

“Tidak ditemukan Nama S di dalam Ijazah yang dikeluarkan MTI pada tahun tersebut” kata nya.

Pj.Wali Nagari Suayan Misfarizon Dt.Momat Kayo, ketika di konfirmasi awak media dikantornya mengatakan, Benar , Syamsurizal terpilih sebagai anggota Bamus dari Dapil Soriak, Verifikasi dan Legalitas setiap Calon anggota Bamus merupakan Domainnya Panitia, saya sebagai Wali Nagari hanya sebagai Pemantau. Kata Misfarizon Dt.Momat Kayo kepada awak media Senin 05 Juni 2021.

“Kami sudah melakukan Pelatihan tentang Tatib Pemilihan Anggota Bamus kepada seluruh Panitia Pengisian Anggota Bamus di seluruh Nagari di Kabupaten 50 Kota, Kalau seandainya seleksi Calon Pengisian Bamus tidak sesuai Tatib, seharusnya tidak di loloskan sebagai Calon. Untuk lebih komprehensif lebih baik menghubungi Panitia Pemilihan Bamus di Nagari yang bersangkutan ” pungkas Bram selaku kepala DPMD.

Kepada awak media camat crisladepa katakan” untuk bamus yang terpilih S bersedia mundur kalau memang itu yang di persalahkan” tutup camat.

Dihimpun dari berbagai pihak di Nagari Suayan, pemilihan bamus di jorong soriak nagari suayan diduga kangkangi Perbup No.14 tahun 2020 pasal 9 poin d, yang berbunyi : Berpendidikan paling rendah Tamat Sekolah Menengah Pertama atau sederajat. Yang merupakan turunan dari Permendagri No.110 tahun 2016.

Tim